Malam itu terasa sangat tenang. Setelah makan malam bersama dan membereskan dapur, Nayara lebih dulu masuk ke kamar. Raka menyusul beberapa menit kemudian setelah mematikan lampu ruang tamu. Ketika pintu kamar dibuka, Nayara sudah duduk di atas tempat tidur sambil memegang ponselnya. “Kamu masih belum tidur?” tanya Raka sambil berjalan masuk ke kamar. Nayara menoleh ke arah Raka. “Belum,” jawabnya. Raka mendekat dan duduk di samping Nayara. “Apa yang kamu baca?” tanya Raka. Nayara menunjukkan layar ponselnya sedikit kepada Raka. “Artikel tentang program kehamilan,” jawabnya. Raka sempat terdiam beberapa detik. Ia tidak menyangka Nayara benar-benar memikirkan hal itu dengan serius. “Apa katanya?” tanya Raka akhirnya. Nayara mematikan layar ponselnya lalu meletakkannya di meja k

