Belajar Mencintai Lebih Dalam

1438 Words

Pagi datang dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai kamar. Raka terbangun lebih dulu. Ia masih berbaring di tempat tidur, tapi matanya tidak langsung berpindah dari wajah Nayara yang tertidur di sampingnya. Rambut Nayara sedikit berantakan di atas bantal, napasnya teratur dan tenang. Raka tersenyum kecil. Sudah lama ia tidak melihat istrinya tidur setenang ini di sampingnya. Ia pelan-pelan mengangkat tangannya, menyibakkan sedikit rambut yang menutupi wajah Nayara. Gerakan itu membuat Nayara mengerjapkan matanya perlahan. “Apa…?” gumam Nayara pelan. Raka tertawa kecil. “Bangun, sayang,” katanya. Nayara membuka mata sepenuhnya dan menatap Raka yang sudah tersenyum di depannya. “Kamu dari tadi lihat aku ya?” tanyanya dengan suara masih serak karena baru bangun. Raka tidak me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD