Ramadhan Pertama Dalam Harapan

1428 Words

Suasana rumah masih gelap ketika alarm di ponsel Nayara berbunyi pelan. Jam menunjukkan pukul 03.30 dini hari. Nayara mengerjapkan matanya perlahan. Ia masih sedikit mengantuk, tapi suara alarm itu mengingatkannya pada satu hal - hari pertama puasa Ramadhan. Ia menoleh ke samping. Raka masih tertidur dengan posisi miring, selimutnya sedikit turun dari bahu. Nayara tersenyum kecil. Pelan-pelan ia duduk di tepi tempat tidur, lalu menepuk lengan Raka. "Raka…” Raka hanya menggumam pelan. "Hmm…” Nayara menepuknya lagi. "Sahur.” Raka membuka mata setengah. "Udah?” "Iya.” Beberapa detik kemudian Raka akhirnya duduk juga di atas tempat tidur sambil mengusap wajahnya. "Ramadhan ya…” gumamnya pelan. Nayara mengangguk. "Iya.” Raka menatap istrinya sebentar lalu tersenyum kecil. "R

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD