72. Mau Kamu

1412 Words

Saveri terjaga kembali beberapa jam kemudian. Dia tidak tahu sudah berlalu sejak dia memutuskan untuk tidur ketimbang menghadapi Dafhina. Kepalanya sekarang sudah tidak terlalu pusing lagi ketika membuka mata untuk pertama kali setelah tidur dalam jangka waktu berjam-jam. Suasana tempatnya bangun juga sudah berubah. Sepertinya sudah pindah ke kamar rawat inap, pikir Saveri. Perlahan dia mencoba bangun dan menarik tubuhnya yang terasa nyeri luar biasa di sekujur tubuhnya, agar bisa duduk. Namun sekuat tenaga dia mencoba, tubuhnya terasa sulit dan juga lemas untuk digerakkan. Dia mencoba sekali lagi tapi nihil. Akhirnya Saveri pasrah merebahkan kembali tubuhnya ke ranjang. Dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Padahal kemarin masih bercanda dengan anak-anaknya. Kondisinya sekarang m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD