62. Bukan Halusinasi

1003 Words

Madilyn berlari keluar dari rumahnya mengejar papa Saveri. Dia harus meluruskan masalah ini agar Saveri tidak menjadi pihak satu-satunya yang disalahkan dalam situasi ini. Tak peduli bagaimana tanggapan papa Saveri tentang dirinya. Yang penting dia tidak akan dihantui rasa penyesalan seumur hidup. “Saya juga mau minta maaf, Om,” ujar Madilyn setelah berhasil mencegah papa Saveri masuk mobil. “Minta maaf untuk apa, Madilyn?” tanya papa Saveri sabar. “Karena nggak pernah memperkenalkan Riyo dan Sasha pada keluarga Veri selama ini,” ujar Madilyn tulus. Papa Saveri tersenyum ramah. Dia menambah langkahnya ke depan Madilyn. Tangannya terulur untuk mencengkram pelan kedua pangkal lengan Madilyn sambil berkata, “Untuk apa kamu meminta maaf atas kesalahan yang tidak pernah kamu perbuat? Sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD