19. Patah Hati Berulang

1095 Words

Sambil mengemudikan mobilnya beberapa kali Madilyn melirik ke arah spion di atas kepalanya. Dia melihat lukisan yang hendak diserahkan pada Saveri malam ini. Namun karena dia jengkel pada ayahnya yang sedikit membentaknya tadi. Akhirnya dia terpaksa membawa pulang kembali lukisan tersebut dan harus menyusahkan dirinya sendiri mengantar lukisan tersebut ke kantor Saveri. “Yang bener aja, kantor lo di mana aja gue nggak tahu. Dan males banget nyari tahu alamat kantor lo, Saveri,” gerutu Madilyn dalam hatinya sambil memukul roda kemudi beberapa kali. “Nyari penyakit banget lo, Medy, Medy!” Kali ini Madilyn menyalahkan dirinya sendiri. Sebenarnya Madilyn juga yang salah, dia sadar itu. Namun karena ayahnya membela orang yang sangat dibenci Madilyn sekaligus masih dicintainya itu, membuat Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD