Pagi ini Madilyn memenuhi janjinya untuk menjemput si kembar setelah dua malam tidak tidur di rumah. Sebenarnya tidak ada yang keberatan baik si kembar maupun Oma Opa, tapi Madilyn sendiri yang tidak terbiasa tanpa kehadiran di rumah dalam jangka waktu lama. Dia tidak berani membayangkan kalau seandainya nanti Saveri tahu tentang si kembar lalu membawa anak-anaknya itu pergi jauh darinya. Seluruh tubuhnya mendadak lemas hanya dengan membayangkan hal seperti itu. Madilyn bangun sedikit kesiangan dari waktu yang dijanjikan pada anak-anaknya. Itupun dia bisa bangun setelah melewati perjuangan penuh melawan efek pengar. Padahal alkohol yang masuk tidak seberapa banyak. Kendati begitu dia terasa seperti telah menenggak alkohol berbotol-botol. Entah karena pengaruh usia atau tubuhnya yang mulai

