21. Perasaan yang Masih Sama

1064 Words

Madilyn benar-benar pusing mendengar perdebatan anak kembarnya yang masih melanjutkan acara adu mekanik masing-masing. Dia lalu memutuskan untuk keluar dari kamar dan mencari keberadaan sang ibu. “Sibuk apa, Bu?” tegur Madilyn saat menemukan keberadaan orang yang dicarinya ada di dapur. “Bikin banana cake. Katanya anak-anak udah pesan dari dua minggu yang lalu. Tapi kamu lupa terus karena sibuk menyelesaikan lukisan untuk lelang.” Madilyn mendesah lesu. Dia menyesali hal itu sampai terjadi. Dia berharap semoga si kembar tidak kesal padanya. Madilyn kemudian mengenakan apron dan membantu Ibu membuat banana cake pesanan si kembar yang tertunda. “Abis nangis berapa jam kamu, Medy?” tanya Ibu tiba-tiba. “Eh? Gimana, Bu?” Madilyn malah bertanya balik karena tidak mengerti pada pertany

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD