Madilyn membeku selama beberapa saat ketika melihat Saveri sedang berpose di tengah-tengah si kembar lengkap dengan kedua tangan merangkul pundak anak-anak itu. Entah mimpi apa dia semalam sampai harus melihat pemandangan haru sekaligus menyakitkan ini. Namun satu yang pasti ia kini tidak sedang bermimpi. Tubuh Madilyn terus bergerak ke depan bukan karena dorongannya sendiri melainkan desakan orang-orang sekitarnya yang ingin mengambil momen gambar di atas panggung. Entah apa yang membuat para penonton ini seolah sedang berebut mendekati panggung. Madilyn tidak tahu dan tidak mau tahu. Dia ingin segera berlari kencang dari tempat itu. Namun tidak mungkin karena kedua anaknya saat ini masih ada di atas panggung. Dia tidak mungkin meninggalkan kedua anaknya seorang diri dalam situasi seper

