Kouki menatap kalung dari masa kecilnya yang sekarang menjadi gelang untuknya. Kalung yang selalu dia bawa ke mana saja itu kini dia genggam dengan erat. Wajah kedua orang tuanya muncul dalam penglihatan Kouki, keduanya berjalan bergandengan menjauhi Kouki. Sesekali mereka berhenti untuk tersenyum pada Kouki membuat Kouki juga ikut tersenyum. “Lo harus ikhlas biar mereka bisa pergi ke tempat yang lebih baik,” ujar Astro yang tiba-tiba muncul di sampingnya. Mereka sedang berada di rumah keluarga Kouki, tepatnya di atap rumah yang kini dipakai Kouki sebagai tempat berkumpulnya teman-teman bandnya. Kouki tersenyum, “Gue udah ikhlas kok. Cuma kangen aja sesekali.” Astro mengangguk. “Kouki,” panggil Astro. “Hm?” “Lo pasti waktu itu diberi penglihatan soal diri Lo yang jadi kaya dan terke

