“Kouki!” Kouki membuka kacamata hitamnya dan membalikkan badannya. Seorang wanita melambai ke arahnya sambil tersenyum lebar. Kouki juga tersenyum lebar ke arah wanita itu. “Wah! Yang udah jadi artis. Gue kira gak bakalan nengok kalau Gue panggil.” Wanita itu tertawa kecil. “Apaan sih, Zia!” protes Kouki. “Lo kenapa ada di sini? Gue pikir Lo udah—” “Dipecat?” Wanita bernama Zia itu memotong pembicaraan Kouki. “Berhenti! Gue pikir Lo udah berhenti!” ujar Kouki. Zia tersenyum malu, “Gue ada keperluan bentar di sini.” Kouki mengangguk lagi. “Lo mau manggung lagi di sini?” tanya Zia. “Lo tahu dari mana?” tanya Kouki. “Tuh!” Mata Zia mengarah pada sebuah spanduk yang baru saja dipasang. Kouki menepuk jidatnya melihat spanduk besar berisi pengumuman bahwa bandnya akan ber
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


