6

1094 Words
"Jika tdk mau , akan kutolak kembali" ucap jane Tanpa membalas ucapan jane max langsung mencium bibir jane. "Terima kasih sayang " ucap max di sela ciuman mereka --------------------------------------------------------- Bahagia , mungkin itu kata yg tepat untuk keadaan max skrg ini. Bagaimana tdk , wanita yg ia cintai akhirnya menerima lamaran nya. Siang harinya jane dan max pergi ke tempat fiting baju pengantin. "Maaf , saya mau tanya pesanan atas nama max Kingsley , apakah sdh siap?" Tanya max "Sdh tuan , mari saya tunjukan" ucap pelayan toko tersebut Pelayan tersebut menunjukan gaun pengantin yang sdh dipesan oleh max , jauh sebelum ia menemukan jane.  "Ini tuan gaunnya"ucap pelayan toko tersebut sambil memberikan gaun nya kepada max "Yank , kamu coba pakai gaun ini , ini sdh ku pesan khusus untuk mu" ucap max memberikan gaunnya ke jane Jane yang menerimanya langsung berjalan ke ruang fitting. Setelah selesai berganti jane pun keluar dan menunjukannya kepada max. "Bagaimana max ?" tanya jane Max yg merasa namanya dipanggil langsung menoleh ke arah suara tersebut. Seketika max terdiam tidak mengedipankan melihat jane menggunakan gaun yg ia pesan khusus untuk jane itu. "Cantik sekali hon"ucap max mulai mendekat ke arah jane. "Tak sabar aku ingin menikahi mu" bisik max Mendengar hal itu jane tersipu malu. "Baiklah kami ambil yg ini" ucap max segera membayar gaun pengantin itu Setelah membayarnya , mereka pun pergi menuju tempat berlian. "Selamat datang tuan , ad yg bisa saya bantu" ucap pelayan toko "Saya ingin mengambil pesanan atas nama max Kingsley" ucap max "Baik lah , silakan lewat sini tuan Kingsley" ucap pelayan toko Mereka dibawa ke ruangan khusus oleh pelayan toko tersebut. setelah sampai mereka dipersihlakan untuk duduk sebentar , lalu pesan toko tersebut pergi untuk mengambil barang yg telah dipesan max sebelumnya. "Ini tuan pesanan nya" ucap pelayan toko sambil memberikan kotak berudu itu kepada max Max menerima kotak tersebut lalu membukanya.  "jane , coba kamu pakai cincin ini , apakah ukurannya sdh cocok dgn mu?" ucap max sambil memberikan salah satu cincin itu kepada jane Jane pun segera mencoba memasukan cincin itu ke jari manis nya dan tenyata pas dgn ukuran jarinya "Ternyata msh sama ya" ucap max "Oke , langsung saya bayar " lanjut max Setelah selesai membayarnya , max dan jane pun langsung pulang ke rmh. Dimobil , jane yg msh bingung dgn semua ini , seakan max telah mempersiapkan jauh sebelum max bertemu dgn nya atau max sdh pernah ingin menikah tp tdk jadi Karena penasaran jane pun menanyakan nya langsung kepada max "Hmm , max blh ku tanya sesuatu" ucap jane "Kamu ingin tanya ap sayang" ucap max yg msh dlm keadaan fokus menyetir "Apakah sebelumnya kamu gagal untuk menikah?" tanya jane Mendengar pertanyaan tersebut , max yg merasa tersinggung pun segera memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan. "Knp kamu tanya begitu?"tanya balik max "Lalu mengapa kamu sdh mempersiapkan semua ini , bahkan sebelum kita bertemu kembali" tanya jane Sebelum menjawab , max menghela nafas sebentar lalu menjawab pertanyaan jane. "Ah.. itu karna aku percaya dapat menemukan mu dan menikahi mu" ucap max "Percaya diri sekali kamu max , jika waktu itu kita tidak bertemu bagaimana?" ucap jane "Maka aku akan mencari mu sampai ketemu sayang" ucap max "Lalu bagaimana takdir tidak mengijinkan kita bertemu kembali" ucap jane "Maka aku akan melawan semua takdir yg ad untuk menemukan mu sayang" ucap max sambil menggenggam kedua tangan jane "Ad lg yg ingin kamu tanyakan yank?" Lanjut max "Tdk , hanya itu" ucap jane Max pun menyalakan mobilnya kembali lalu melanjutkan perjalanan nya untuk pulang ke rmh. Jane yg msh termenung akan jawaban max td , seakan sifat max yg gigih dan selalu memperjuangkan ap yg ia inginkan msh tetap berada di dlm diri max , itulah yg dirasakan jane. "Kita sdh sampai sayang" ucap max "Max , blh kah besok kamu mengantarku ke suatu tempat" ucap jane "Blh , kamu mau ku antar ke mana jane" tanya max "Ke makan mendiang ibuku" ucap jane "Baiklah" ucap max Pagi harinya , sesuai dgn permintaan jane , max pun mengantarkan jane pergi ke makam mendiang ibunya jane "Hai ma , selamat pagi" ucap jane berlutut di batu nisan ibunya "Apa kabar mama hr ini , aku baik ma , ma sebentar lg aku akan menikah dan yg di samping ku ini adalah calon suami ku" ucap jane "Halo tante , apa kabar , perkenalkan nama saya max Kingsley , saya calon suami anak tante , saya berjanji dgn tante akan menjaga anak tante dgn baik" ucap max "Ma , maaf selama ini aku jarang ke sini bersama papa , semoga mama tetap tenang ya di alam sana" ucap jane yg mulai menangis Sedih , itu lah yg di rasakan jane. Selama ini ia blm pernah merasakan kasih sayang dr seorang ibu. Setelah ia lahir , ibu nya langsung pergi meninggakannya dan ayahnya juga menolak untuk menikah lg. Itu karna ayah jane sangat mencintai ibu jane dan tidak mau menghianati cinta nya walaupun ibu jane telah meninggal. Ayah jane hanya berpikir mungkin di kehidupannya skrg , ia tak bisa lama bersama dgn ibu nya jane tp iya berharap di kehidupan selanjutnya ia bisa bertemu kembali dan hidup lebih lama bersama. "Yuk jane kita pulang" ucap max "Baiklah , ma aku pulang dulu ya " ucap jane "Tante kami pulang dulu" ucap max Didalam mobil max mulai mengendarai ke suatu tempat lg. Jane yg tdk peduli dgn kemana perginya mereka selanjutnya hanya duduk terdiam sambil melihat keluar jendela . Sesampai di tujuan... "Yuk turun" ucap max sambil menggandeng tangan jane Jane hanya menurut tanpa menanyakan apapun ke max. "Hai ma , pa apa kabar ? Ma , pa kalian tau , aku telat berhasil membawa kembali jane bersama ku , skrg akan aku perkenalkan secara resmi ke kalian."ucap max disinilah mereka skrg , makam dr mendiang kedua orangtua max. "Halo om , tante nama saya jane "ucap jane "ma , pa sebentar lg aku akan menikah dgn jane , mama dan papa tdk perlu khawatir lg , yg penting skrg mama dan papa bisa tenang di alam sana. " ucap max sedikit merintihkan airmatanya jane yg mengerti segera memeluk max dr belakang. "ma , pa aku pulang dulu ya , nanti aku akan datang kesini lg sambil membawakan cucu kepada kalian"ucap max setelah selesai mendoakan kedua orang tua max , mereka langsung pulang ke rumah. diperjalanan , tdk ad percakapan diantara mereka. mereka hanya sibuk dgn pikirannya masing". sesampainya di rmh jane langsung masuk ke kamar sedangkan max pergi ke ruang kantornya untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan sebelum hari pernikahannya tiba.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD