"Maaf kan aku jane , aku terlambat untuk membantumu" ucap max
"Itu bukan salah mu max , itu memang sdh takdir jika ayahku seperti ini " ucap jane
"Itu semua bukan lah takdir jane , jgn pernah percaya dgn takdir yg ad jane" ucap max
---------------------------------------------------------
"Lalu ap max jika ini semua bukan karna takdir , ini memang sdh jalan kehidupan ku bahwa aku akan selalu menderita dan tidak akan pernah bahagia"ucap jane sambil menangis
Max yg melihat pun langsung memeluk jane dengan erat
"Tenang lah sayang , akan ku pastikan setelah ini , kamu akan mendapatkan kebahagiaan kamu , aku berjanji jane" ucap max
"Jgn suka berjanji max , lakukan saja ap yg kamu bisa" ucap jane
Jane hanya menatap ayahnya dr luar kamar rumah sakit tersebut. Ia sdh tak punya kekuatan lg untuk bertemu dgn ayahnya itu.
" Apakah kamu tdk ingin berbicara dengan ayah mu jane?" Tanya max
"Aku malu max , aku selalu bilang kepada ayah kalau ayah pasti bisa sembuh , tp lihat lah kenyataannya " ucap jane
"Kamu tidak perlu malu sayang , temuilah ayahmu , kamu sdh hampir 1 bln tidak bertemu dgn nya kan" ucap max
"Bagaimana kamu tau" ucap jane
Semenjak ayah jane keluar dr kantornya , ditambah dgn penyakit ayahnya , jane lebih sering tidak pulang ke rumah dan hanya berkerja saja. Pagi hingga mlm sampai kadang ia lupa bagaimana caranya untuk tdr.
"Kamu lupa siapa aku jane" ucap max dgn sombong
"Masuklah , bicara lah dgn ayahmu jane , akan ku temani" lanjut max sambil membukakan pintu kamar rumah sakit tersebut
Max terlebih dahulu masuk ke kamar tersebut , sedangkan jane , msh diluar berpikir ingin masuk atau tidak.
"Selamat pagi pak , bagaimana keadaan bapak?" Ucap max dengan ramah
"Baik nak , terima kasih kamu sdh mau membayar seluruh biaya rumah sakit ini" ucap ayah jane
"Sama" pak , yg penting bapak cepat sembuh ya " ucap max
"Pasti nak , oh ya jane dmn?" Tanya ayah jane
Jane yg mendengar namanya dipanggil oleh ayahnya langsung berlari masuk ke kamar dan memeluk ayahnya
"Pa, maaf" ucap jane yg sdh menangis
"Kamu knp nak , knp hrs minta maaf , harusnya papa yg minta maaf sama kamu , karna papa , kamu hrs merasakan pahitnya dunia ini nak" ucap ayah jane sambil mengelus kepala jane
Melihat itu max pun keluar dr kamar tersebut memberi ruang kepada ayah dan anak tersebut.
"Maafin jane , karna jane penyakit papa tambah buruk" ucap jane
"Ini memang sdh takdir papa jane , skrg kamu hrs ingat pesan papa ya , kalau papa udh pergi , kamu tetap hrs tetap bersama dgn max " ucap ayah jane
"Mengapa hrs max pa? " Ucap jane
"Max sebenarnya anak yg baik jane dan juga ia yg selama ini membantu dan merawat papa selama kamu berkerja" ucap ayah jane
"Jd papa mau jual aku kepada max" tuduh jane
"Bukan begitu sayang , tp papa tdk tau lg ingin menitipkan kamu kepada siapa , kamu tau kan kalau papa sdh tdk punya keluarga dekat lg" ucap ayah jane
Memang semenjak ibu jane meninggal , semua keluarga dr ibunya jane meninggalkan ayah jane , itu karna mereka percaya ibu jane meninggal karna bersama ayah jane. Sedangkan ayah jane hanya seorang anak yatim piatu.
"Pa , tp aku gk mau bersamanya , papa kan tau selama ini aku selalu berusaha untuk kabur dr nya" ucap jane
"Tp jane , papa sdh tdk bisa percaya dgn siapa pun , hanya dgn max papa percayakan oke" ucap ayah jane
"Baiklah pa" ucap jane pasrah
Max pun masuk ke kamar tersebut dan bergabung dgn ayah dan anak tersebut.
"Maaf mengganggu , tp aku ingin membawa jane pergi ke suatu tempat" ucap max
"Ah , baiklah kalau begitu" ucap ayah jane
"Knp kamu tdk pergi sendiri saja " ucap jane dgn ketus
"Jgn begitu kepadanya jane " ucap ayah jane
"Lagian juga aku msh ingin disini bersama papa , kalau kamu sdh mau pergi , pergi saja sana " ucap jane
"Jane jgn seperti anak kecil , maafkan anak saya nak max" ucap ayah jane
"Tdk ap" pak , ayo jane " ucap max yg mulai menarik tangan jane
"Ck , iya" , gk ush tarik tangan ku" ucap jane berusaha melepaskan genggaman tangan max
"Pa , aku peegi dulu ya , besok aku akan kesini lg " ucap jane
" Iya sayang , max tolong jaga anak saya ya" ucap ayah jane
"Pasti pak" ucap max
Mereka pun meninggalkan kamar tersebut. Didalam mobil mereka tetap saja tdk berbicara satu sama lain.
"Jane , apakah kamu msh marah kepada ku" tanya max
"Tidak , aku tdk marah , ngapain juga aku marah" ucap jane tanpa melihat ke arah max
" Kalau kamu tdk marah , tatap lah wajah ku sayang" ucap max
"Tdk , ngapain juga aku hrs melihat wajah mu itu " ucap jane
"Haha , baiklah . Kita sdh sampai jane " ucap max sambil menggandeng tangan jane turun dr mobil
"Ini dmn?" Ucap jane
"Apakah kamu lupa , ini tempat kita pertama kali kita bertemu sayang" ucap max
secara tiba" kenangan masa lalunya bersama max muncul kembali , tempat ini atau bisa dibilang taman ini merupakan tempat dmn mereka pertama kali bersama menjadi sepasang kekasih dan juga tempat mereka melakukan hubungan terlarang mereka.
"untuk ap kamu mengajakku kemari max" ucap jane yg berjalan memasuki taman tersebut
"max , max , max kamu dmn?" teriak jane yg tdk melihat max berada di samping nya lg
jane mulai berlari mencari keberadaan max . sdh hampir 5 menit jane berlari tanpa tujuan. ia seakan mulai menyerah karna max meninggalkannya lg. tiba" ad anak kecil yg menghampiri jane.
"kak , ini untuk mu" ucap anak itu sambil memberikan surat dan bunga mawar yg dibawanya itu
"terima kasih" ucap jane
jane langsung membuka surat tersebut dan isinya...
pergilah ketempat dmn pertama kali kita melakukan hal itu sayang dan disana lah aku berada skrg
max
selesai membaca isi dr surat tersebut , jane langsung pergi ketempat dmn surat itu katakan.
"ternyata kau msh ingat tempat ini sayang " ucap max langsung memeluk jane dr belakang
" untuk ap kamu menyuruh ku kemari " ucap jane
"ad sesuatu yg ingin ku katakan kepadamu jane" ucap max yg sedang mengambil sesuatu dr kantong celana nya itu
lalu max bertekuk lutut di depan jane dan....
"jane , maukah kau memulai semuanya dr awal dengan ku lg?" Ucap max sambil membuka kotak cincin yg dipegangnya
jane yg melihatnya hanya menahan tangisnya itu , bagaimana tdk , seseorang yg dulu kamu cintai tiba" melamar mu.
"Maaf tp.....