Tom yg merasa iba dgn max hanya dapat menepuk pundak max.
"Tenang lah max , ia pasti akan kembali lg kepadamu jika memang kau dan dia ditakdirkan bersama" ucap tom
---------------------------------------------------------
Takdir memang unik , terkadang kita berpikir kalau takdir berpihak kpd kita , tp kadang juga tidak berpihak kpd kita.
Awal pertemuan max dgn jane membuat max berpikir jane adalah masa depan nya , begitu juga dgn jane .
Tak lama terjadi masalah diantara mereka yg membuat mereka harus berpisah dan itu yg membuat mereka berpikir jika memang takdir tidak mengijinkan mereka untuk bersama.
5 thn telah berlalu , ternyata max kembali menemukan jane dan itu membuat max kembali berpikir bahwa jane memanglah takdirnya.
Tetapi skrg , mereka kembali ragu akan takdir mereka.
Max tdk menjawab perkataan tom , melainkan ia mulai melamunkan beberapa kenangannya bersama jane.
"Max , apakah kau ingin menginap?" Tanya tom
"Apakah tdk merepotkan mu?" Tanya max memastikan
"Tentu saja tidak , apa lg yg menginap sahabat kecilku" ucap tom sambil merangkul max
"Terima kasih tom , memang kau yg terbaik , maaf jika aku selalu menyusahkan mu" ucap max
"Kau tdk pernah menyusahkan ku max , justru aku sangat senang , rasanya aku seperti punya adik kecil"ucap tom
Malam itu akhirnya mereka akhiri dgn canda tawa mereka. Keesokan paginya , max yg bangun terlebih dulu pun berjalan keluar dr kamar dan menyiapkan sarapan untuknya dan juga tom sebagai tanda terimakasih karna tom sdh mengijinkannya untuk menginap semlm.
Tak lama kemudian , tom pun bgn dan berjalan ke arah dapur.
"Wah , pagi sekali kau sdh bgn max" ucap tom yg sdh melihat beberapa makanan sdh dihidangkan di atas meja makan
"Makan lah"ucap max yg sdh selesai memasak
Setelah itu mereka pun makan bersama , selesai makan max pun bersiap-siap untuk kembali masuk ke kantor.
"Kalau begitu aku pergi dulu ya" pami max
"Apakah kau akan menginap lg nanti mlm?" Tanya tom
"Mungkin tdk , jika sering menginap , itu hanya akan merepotkan mu , kalau begitu aku permisi dulu" ucap max lalu masuk ke dalam mobilnya.
Sebelum berangkat , max sempat melirik ke samping rmh tom yg sepertinya sdh berpenghuni. Tak lama ad seseorang wanita yg keluar dr rmh itu.
"Mirip seperti jane" ucap max dlm hati.
Setelahnya max menyalakan mesin nya lalu pergi meninggalkan rumah tom.
ditempat lain , jane yg baru saja keluar dr rmhnya itu , tak sengaja melihat mobil max pergi dr depan rumah tom. jane langsung kembali masuk ke dlm rumah dan mulai panik karna ia takut jika max menemukan keberadaannya.
Ia pun segera merencanakan untuk kembali pergi dr rmh itu.
Ditempat lain , jack yg melihat jane yg sdh bersiap-siap ingin kembali kabur , ia pun berencana untuk membawanya hr ini kepada max.
Setelah rencana nya siap , jack pun mulai menjalan kan aksinya.
Tok tok tok
Jane yg sedang bersiap-siap untuk kabur tiba" mendengar ad suara orang yg mengetik pintu , lalu ia segera membukakan nya
"Selamat pagi tom , ad ap pagi" berkunjung" ucap jane tanpa melihat siapa yang berada di pintu tersebut
"Selamat pagi nyonya , hr ini saya akan membawa nyonya kembali kepada tuan"
Mendengar pernyataan tersebut , jane pun kaget dan melihat ternyata org yg di depannya itu bukan lah tom , melain kan jack , tangan kanan max.
"Untuk ap ia menyuruh ku kembali , bukan kah ia sdh mempunyai tunangan , pergilah , bilang saja aku tidak mau " ucap jane sambill menutup pintunya
Saat menutup pintu , dengan cepat jack mencegat pintu itu supaya tidak tertutup.
"Tuan bilang hrs membawa nyonya , bagaimana pun caranya" ucap jack
Jane yg mendengarnya langsung berlari masuk ke dlm rumahnya , namun usahanya gagal karna jack sdh lebih dulu menarik tangan jane dan mengambil sapu tangan yg sdh diberikan obat bius.
Tak lah jane langsung pingsan dan dibawa jack masuk ke dalam mobil mereka untuk di bawa ke pada max.
Di perjalanan jack pun menelpon max untuk melaporkan bahwa ia sdh berhasil membawa jane kembali.
Tuuut ttutt tuuut
"Tuan , kami sdh berhasil membawa kembali nyonya tuan" lapor jack
"Bagus , segera kamu bawa dia kembali ke rumah , 5 menit lg saya akan segera kesana" ucap max
"Baik tuan" ucap jack lalu tlpnya di tutup oleh max
Sedangkan di tempat max , ia baru saja sampai di depan kantornya dan segera memutar balik mobilnya kembali menuju rumahnya itu.
sesampainya max di rumah , bersamaan juga dgn jack yg tiba di rumah max. Ia langsung membuka pintu mobil , lalu menggendong jane masuk ke dalam rumahnya.
setelahnya ia membaringkan jane di atas tempat tidur mereka.
15 menit kemudian , jane yg sdh sadar mulai melihat sekelilingnya.
"selamat siang sayang , bagaimana tdrnya?" ucap max yg baru saja masuk ke kamar itu dan membawakan makan siang untuk jane
jane yg msh marah dgn max hanya diam dan mengalihkan pandangannya.
"ap kau msh marah ?" tanya max lg
jane msh tdk menjawab max , max hanya bisa menghela nafasdan menaruh makanannya di atas tempat tidur jane.
"makanlah , dr pagi pasti kamu msh blm makan" ucap max
max yg melihat jane sama sekali tidak bergerak hanya berjalan keluar dr kamar itu . sedangkan jane hanya diam dan melihat keluar jendela dan meratapi nasibnya itu.
malam harinya , max kembali masuk ke dlm kamar jane dan melihat jane sama sekali tidak menyentuh makanan td siang , max kembali menghela nafas lalu mengantarkan lg makan mlm untuk jane.
" makan lah jane , apa kau tdk lapar?" tanya max
jane sama sekali tidak menjawab pertanyaan max , melainkan ia berdiri dan pergi kearah balkon. max yg takut jika jane ingin lompat langsung berlari ke arahnya dan memeluk jane.
"jane ap yg harus ku lakukan supaya kau tdk marah kepada ku , katakan jane " ucap max
"tinggalkan aku dan hidup bahagia bersama tunangan mu itu"ucap jane
max yg mendengarnya langsung melepaskan pelukan jane.
"kau sdh tau , aku tdk pernah mencinntainya , ini semua hanya salah paham jane" ucap max
"jika kau tdk mencintainya , mengapa ia bisa menjadi tunangan mu ? sdh lah , jgn terlalu banyak berbohong max , aku lelah dgn semua kebohongan ini" ucap jane lalu berjalan melewati max
"kamu salah jane , aku memang tidak pernah mencintainya , ia menjadi tunangan ku karna saat kecil kami sdh di jodohkan oleh kedua orangtua kamu" jelas max
jane yg mendengarnya terdiam lalu membalikkan tubuhnya ke arah max.
"apa maksudnya max?" tanya jane