Anggur Hijau

1264 Words

Aku tidak bisa berkata apa-apa. Kesedihan dan kemarahan Alex merambat ke hatiku. Tidak seberat sebelumnya, tapi masih cukup besar untuk membuatku sesak nafas. Jangan lupa bernafas, El! "Istriku baik-baik saja?" "Mmm ... ya, masih hidup." Jujurly, belaian lembutnya di punggungku membuat rasa sesak mereda. Apakah diam-diam dia memantraiku? Lalu, sejak kapan aku bersandar di dadanya? Alex terkekeh, "Pertanyaan yang tidak penting. Tubuh kita bergerak sesuai insting suami istri." Memangnya ada ya insting seperti itu? Ngarang saja nih dia. Kami tetap bersantai di balkon sementara dua wanita housekeeper yang datang kemudian membersihkan penthouse. Aku menyadari wanita muda yang berniat menggoda suamiku sudah diganti. Baguslah. Masa iya aku harus berkelahi dengan w*************a itu dan melem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD