"Perlahan, Cantik. Kamu baru menerima sebagian besar diriku. Jangan dulu menambah beban." Alex membuka pintu unitnya dengan sidik jari. "Kalau begitu, kapan?" Aku memasang wajah merajuk. Habis, rasanya tanggung sekali. Sedikit lagi kebenaran akan terlihat loh. Hati-hati sekali Alex menurunkanku di tempat tidur. Ternyata boneka kucing pemberiannya tidak dipindahkan dari tempat tidurnya. Apakah dia sendiri menyukai boneka ini? Aku langsung memeluk boneka itu. Hmm ... empuknya. Mendadak hening? Ups. Dia cemburu tidak ya karena aku memeluk si kucing begitu erat? Perlahan aku melirik ke arah Alex. Tuh 'kan, wajahnya tanpa ekspresi. Ah, seandainya aku bisa membaca pikirannya. "Tenang saja, Cantik. Mana mungkin aku cemburu pada benda mati?" Alex berbaring di sebelahku. Lengannya memelukku s

