Diciptakan Untuknya

1114 Words

Hening mencekam di penthouse. Alex duduk di balkon entah melakukan apa. Agar tidak terlalu meresapi suasana horor ini aku menyibukkan diri di dapur dengan bahan makanan yang kami beli. Kata orang kalau suasana hati sedang tidak baik rasa masakan juga akan menjadi kurang enak. Namun, aku bukan orang yang mudah percaya hal seperti itu. Hati 'kan tidak ada hubungannya dengan indra pengecap, kecuali kalau sedang berciuman. Argh! Otak! Kutampar kamu! Aku menghela nafas. Sejak bertemu Alex pikiranku jadi sering melenceng. Apa yang terjadi dengan diriku? Apakah ini memang bakat terpendam yang muncul ke permukaan setelah melalui malam pertama? Eh, tunggu dulu, yang benar malam kedua dong? Malam pertama 'kan aku mabuk, jadi tidak ingat apa-apa. Mendadak sebuah kesadaran menimpa kepalaku. Mungkin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD