Belanja bahan makanan menjadi kesenangan tersendiri untukku. Apalagi di sebelahku ada pengawal tampan yang siap sedia mendorong trolley. Aku senang karena Alex mengijinkanku belanja sendiri alih-alih menyuruh bawahannya yang berbelanja. Eh, by the way aku tidak tahu sama sekali berapa banyak bawahan yang ada di bawah perintahnya. Tidak termasuk aku dong. Biasanya aku memang di bawah Alex, tapi bukan bawahannya ... Apa siiiihhh?? 'Hmm ... mungkin kamu ingin mencoba posisi di atas?' Aaaahhh! Biarkan aku bermonolog dengan tenang! 'Bukan salahku, Cantik. Apa yang kamu pikirkan selalu menarik.' Aku menoleh dan melihat Alex menyeringai. Aduh mak, kenapa seringai jahat seperti itu pun membuatku berdebar? Hormon! Jangan macam-macam kau! Alex tertawa. "Ugh, nyebelin." Aku berjalan cepat-cep

