“Kakek belum tidur?” tanya Langit. Kakek Tama menutup bukunya lalu menggeleng. Dia memberi isyarat pada Langit untuk mendekatinya. “Duduklah.” Katanya kemudian. Langit mengangguk. “Istrimu sudah tidur?” “Sudah.” Balasnya. “Ada beberapa hal yang ingin kusampaikan padamu.” Kata kakek. “Mengenai?” “Semuanya.” Ucap kakek padanya. Pria tua itu sedang membuka sebuah album foto kemudian tersenyum. Ditunjukkan sebuah foto pada Langit, “ini kamu. Dan ini Alaina kecil. Manis sekali kalian di foto ini.” Langit memerhatikan gambar dirinya saat berusia sembilan tahun bersama dengan seorang anak kecil berusia empat tahun. Difoto itu, dia sedang mencium pipi Alaina. Langit tersenyum tipis. “Sesungguhnya,” Kakek Tama menatap Langit kini, “kamu dan Alaina sudah menikah saat kalian kecil. Kami

