“Wati.” Jawabnya Alaina berusaha memasang senyumnya pada Langit yang sepertinya murka. Mata tajam Langit beralih pada Alaina. Ditatapnya tajam Alaina, “Kamu mengizinkannya, Sayang?” tanyanya yang membuat wanita itu menggeleng. “Dia sudah pergi terlebih dahulu, Pak.” Pembantunya menunduk. “Kamu ‘kan kepala asisten rumah tangga saya di sini, kamu harusnya menahan dia,” Langit menuruni anak tangga dengan cepat. Suaranya masih terdengar kesal, “saya ada tamu di rumah yang lapar, kamu enggak mikir atau bagaimana? Istri saya jadi masak! Dia hamil dan enggak boleh kerja berat!” Alis Austin naik mendengar itu. Kemudian matanya tertuju pada perut Alaina. Perut itu belum terlihat membuncit. Austin berpikir, mungkin usia kandungannya masih beberapa minggu. Dan kenapa Langit menyembunyikan keham

