Bukan Kebetulan

2081 Words

“Rasakan!” Kaila kesal bukan main. Dengan masih menahan geram, dia berbalik menuju kasir untuk mengambil belanjaannya. Dia ingin sekali cepat pergi dari tempat itu dan menghindari Austin secepatnya dan selamanya kalau bisa, tetapi sayangnya, pria itu ada bosnya. Namun, beruntung dia bukan sekretaris pria itu. Jika itu terjadi, dia lebih baik menyingkir jauh-jauh. “Sialan kamu, Kaila!” teriakan Austin membuat orang yang ada di toko tersebut terkejut. Austin masih berjingrak-jingrak demi mengendalikan sakit kakinya. “Salah sendiri.” Gerutu Kaila segera mengambil belanjaannya lalu berjalan cepat keluar dari toko. Diliriknya Austin yang menatapnya penuh kemarahan. “Kupecat kamu!” Kaila mengangkat bahu. Dia tidak masalah jika dipecat. Dia bisa bekerja di perusahaan papanya yang bergerak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD