Menyerah

1694 Words

Alaina mengerang merasakan punggungnya yang menabrak pajangan dinding terbuat dari kayu. “Dia menatapmu dengan pandangan lain. Dan semua orang bisa melihat itu.” Sandi berjalan mondar-mandir dengan tangan terkepal di kedua sisi tubuhnya. Alaina berusaha berdiri tegak walau punggungnya sakit. Dia mengusap punggungnya dengan sebelah tangannya kemudian mengerang merasakan nyeri di tengah punggungnya. Dia yakin, besok dia tidak akan bisa duduk tegak tanpa meringis. “Aku enggak bohong.” Jawab Alaina pelan. Yang dia tahu, Langit hanya mengajaknya makan. Pria itu pun tidak mengatakan apapun selama makan siang. Dari sudut mananya Langit menatapnya dengan pandangan lain? Jika pun Langit demikian, pria itu tidak akan segan-segan mewujudkan tindakannya menjadi nyata semisal mengusap kepalanya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD