Terluka

1638 Words

Mata Alaina berkedip. Dia semakin memundurkan kursinya hingga membentur dinding dengan bunyi ‘duk’ keras. Benturan itu telah sukses membuat punggungnya nyeri, “oww.” Alaina meringis memegangi punggungnya yang masih sakit. Antena kekhawatiran Langit bertambah. Dia dengan cepat berjalan mengitari meja Alaina lalu berdiri tepat di hadapan wanita itu. Ditariknya Alaina berdiri hingga membuat wanita itu mengerang hebat karena merasakan sakit yang luar biasa. Tanpa mengindahkan kesakitan itu, Langit memutar tubuh Alaina hingga memunggunginya. Dihentaknya kemeja kerja Alaina hingga naik dengan sebelah tangannya sementara tangan yang lain melingkari perut Alaina posesif agar wanita itu tidak banyak bergerak. Rahangnya mengeras melihat pemandangan di depannya. Langit mengulurkan tangannya meneka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD