Jam Tangan

1721 Words

“Ada saus di bibirmu.” Gumam Langit. Ibu jarinya masih ada di bibir Alaina dan masih mengusapnya. Sesuai ingatannya, bibir itu masih lembut dan begitu menggoda. Bibir Alaina menurutnya seksi. Dia masih mengingat ciuman itu. Ciuman yang membuatnya terbayang-bayang dan mencari segala cara agar Alaina bisa masuk ke dalam lingkupnya. Kali ini wanita itu sudah masuk ke dalam lingkupnya dan tidak akan dia lepaskan. Akan dia buat Alaina berpaling pada tunangannya. Mudah saja baginya yang memiliki segalanya. Dan dia akan melancarkan niatnya detik ini juga. “Mulai besok, tinggallah di apartemenku.” Kata Langit. Dibawa ibu jarinya menuju mulutnya lalu mengisap sisa saus yang menempel pada ibu jarinya. “Enak.” Bisik Langit. Diperhatikannya Alaina yang merapatkan kedua kakinya. Langit yakin, wanit

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD