Sixteen

1689 Words

Nami mengerjapkan matanya dan menajamkan telinga. Benar ada yang mengetuk pintu apartemennya. Dengan cepat Nami keluar dari kamarnya dan menuju pintu masuk. Ia mengintip sebentar di lubang kecil. Tidak ada yang berdiri di sana, tetapi ketukan kembali terdengar. Nami cepat-cepat membukanya kemudian saat pintu sudah terbuka ada sesuatu yang mengagetkan Nami. Brug! “Baru bangun tidur?” Nami membulatkan matanya mendengar suara itu. Ia cepat-cepat menyingkirkan paper bag yang tadi dilemparkan tepat di wajahnya. Siapa lagi orang yang sering melakukan penindasan seperti ini kepadanya jika bukan Dean Gariando. Ya Tuhan, dia berdiri di depan pintu apartemen Nami dengan seringainya yang menyebalkan. Wangi segar perlahan tercium oleh hidung Nami. Wangi dari parfum milik Dean yang sudah ia kenal. D

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD