Dean menggengam erat tangan Nami yang ada di sampingnya. Mereka berdua tengah berjalan melewati toko-toko di jalanan Madison Aveneu. Dean mengajak Nami memasuki beberapa toko perhiasan. Cukup lama berkeliling dan menentukan serta memilih cincin yang cocok untuk pernikahan mereka, keduanya memutuskan membeli cincin emas putih dua puluh empat karat dengan hiasan permata saphire blue kecil pada ketiga sisi depan cincin tersebut. Perpaduan warna cincin yang sangat serasi dan anggun menurut Nami. “Aku menyukai cincin pernikahan kita, unik dan sangat cantik,” ucap Nami sambil mengingat cincin yang tadi dipilihnya. “Ya kau memang pandai memilih barang yang bagus. Pakaian untuk pernikahan kita juga sudah selesai dibuat. Kau ingin melihatnya?” tanya Dean. “Sungguh? Ah tentu saja. Pasti sangat ca

