“HOI, KALIAN BRENG*SEK! CEPAT LEPASKAN AKU! LEPASKAN!” Hyo Joo sejak tadi berteriak. Menjerit tanpa henti. Matanya ditutup kain hitam. Kedua tangan dan kakinya diikat. Duduk di kursi besi lipat. “Bisakah kau diam? Gendang telingaku rasanya mau pecah,” ungkap Ji Yin. Yang juga terikat di belakangnya. Matanya juga ditutup kain hitam. “Kau siapa? Kau yang menculik ku?! Kau siapa gadis breng*sek?!” “Kau tak bisa melihat? Aku juga korban di sini!” “Mataku tertutup breng*sek! Mana bisa aku melihat.” “Hei, sekali lagi kau memanggilku breng*sek, aku akan menjambak rambutmu hingga botak.” “Sebelum melakukan itu, kau harus lepas dulu dari ikatan mu, bo*doh!” “Ah, kau benar. Tapi, siapa kau? Dan, dimana kita sekarang? Siapa mereka?” “Kau tak mengenalku?” “Mataku juga tertutup, bo*

