Ji Woon mematikan mesin mobil, saat tiba di rumah berpagar cokelat kayu. Model kayu panjang yang di tumpuk. “Terima kasih, Ji Woon.” “Jangan sungkan hubungi aku, kalau ada masalah.” Ji Yin mengangguk. “Cepat masuk. Ibumu pasti sudah menunggu.” “Hati-hati di jalan.” Ji Yin turun dari mobil. Melambaikan tangan. Ji Woon melaju pergi. Satu mobil hitam datang. Ji Yin menengok. Sekejap terbelalak. Melihat beberapa pria bertubuh besar keluar dari mobil. Wajah mereka tertutup masker hitam. Belum sempat Ji Yin berlari, salah satu pria sudah memeluknya dari belakang. Membekam mulutnya dengan sapu tangan. Di detik selanjutnya, tubuh Ji Yin lemas. Dan, pingsan. ** Pukul 07.00. Mina baru saja pulang dari lari paginya. Pergi ke dapur. Membuka lemari es. Mengambil sebotol air dingin. Memu

