“Kenapa kau berubah pikiran?” tanya Mina. Duduk di sebelah Hoon. “Ayahku pernah bilang.. Perjuangkan apa yang perlu di perjuangkan. Jangan pernah sesali hidup, sekalipun kau dalam keadaan terpuruk. Aku teringat itu. Juga kata-katamu semalam.. Seolah memberiku kekuatan.” Mina tersenyum. Mengenggam tangan Hoon. “Keputusan yang bagus. Kau tidak usah merasa sendiri. Aku.. Selalu mendukungmu, Hoon. Ada Ji Woon, Kak Dong Hoo dan keluargaku. Kau, sudah menjadi bagian dari keluargaku.” Hoon tersenyum kecil. “Wah.. Berarti aku sekarang juga punya ibu?” sahut Ji Woon. “Yes! Aku bisa panggil Dong Hoo dengan sebutan kakak?” Dong Hoo menarik sudut bibirnya ke atas. Melotot ke arah Ji Woon yang sedang menyetir. “Dalam mimpimu saja!” “Kenapa? Kak Dong Hoo,” goda Ji Woon. “Sekali lagi kau m

