Jae Kyung baru saja tiba di rumah sakit. Setelah bertanya pada perawat yang berjaga di meja informasi, ia segera mencari kamar Hoon. Ia memperlambat langkahnya ketika melihat Dong Hoo dan Ji Woon di depan kamar Hoon. Dengan langkah ragu, ia mendekati. “Ji Woon,” panggilnya. Keduanya menengok ke arah Jae Kyung. Dong Hoo yang geram, segera mendekati dan mencengkeram kerah bajunya. “b******k! Masih berani kemari, hah?! Ini semua pasti perbuatan ibumu, kan?!” “Apa maksudmu?” Jae Kyung mengatupkan gigi. Marah. Dong Hoo mendengus. “Kau jangan pura-pura tidak tahu! Kau tahu? Mina hampir mati gara-gara ibumu! Dan, adikmu KEHILANGAN KAKINYA!” Jae Kyung melebarkan mata. Alisnya berkerut. “Hoon.. Kehilangan kakinya?” “Kau puas, kan? Kau puas menghancurkan hidup mereka! Kau dan ibumu adalah i

