Keluarga Yang Harmonis

2786 Words

Usai makan, Sang Ayah menagih janjinya. “Di mana Mina? Aku ingin bertemu dengannya sekarang.” “Mina ada di taman sekarang. Kau sudah siap untuk bertemu?” tanya Mina. Ayah mengangguk. Dibawanya Ayah ke taman. Mina melingkarkan tangannya di lengan ayah. Kaki ayah sudah tak sekuat dulu. Langkahnya pun sangat pelan. Mata ayah menyipit, karena bias matahari. Sementara ibu, dan dua kakaknya mengikuti dari belakang. “Ayah lelah? Mau duduk sebentar?” Ayah mengangguk. Mina berbelok ke kanan. Ada sebuah bangku panjang di situ. “Tapi.. siapa kau? Kenapa kau terus memanggilku ayah? Di mana Mina?” Mina jongkok di depan ayah. Memegang tangannya. Tersenyum manis. “Perhatikan aku baik-baik. Lihat mataku. Apa... Kau tidak mengenaliku? Coba ingat aku pelan-pelan.” Ayah memandang Mina. Diam. Mulutn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD