Terdengar suara ayam berkokok. Pertanda subuh menjelang. Mina yang tidur dengan di peluk ibu, mengerjapkan mata. “Kenapa ada suara ayam?” katanya, dengan nada lirih. “Itu alarm dari ponsel Dong Ha,” jawab ibu dengan suara parau. Masih terpejam. “Huh? Ibu sudah bangun? Apa bicaraku terlalu kencang?” “Tidak. Memang, ibu biasanya bangun jam segini.” “Bu... Tentang katamu semalam—apa kita hari ini sungguh akan mengunjungi ayah?” “Iya. Setelah sarapan.. kita pergi ke sana bersama-sama.” Semalam, saat Mina selesai melepas pelukan Dong Ha—matanya memindai sekitar rumah. Mencari sosok yang tak muncul sejak tadi. “Kemana ayah? Apa sudah tidur?” tanya Mina. “Ayah.. tidak lagi tinggal di sini,” kata Dong Ha. Segaris kernyitan muncul di dahi Mina. “Apa maksudnya?” tanya Mina. Di detik sela

