Rani menangis dengan terus memeluk Mina di bandara. Mungkin sudah sekitar 10 menit ia melakukan itu. Dan, sepanjang itu pula Mina berusaha menenangkannya. Mengusap lembut punggung Rani yang tak mau ditinggalkan olehnya. “Rani.. Aku akan sering menghubungimu. Hentikan tangis mu. Semua orang melihatmu. Kau tidak malu?” Rani menggelengkan kepala di bahu sahabatnya. “Aku tak peduli kata orang. Aku benar-benar tak ingin kehilanganmu.” “Kau tidak akan kehilangan aku. Aku tetap jadi sahabatmu." Ji Yin yang melihatnya, menghela napas panjang. Melipat tangan di d**a. “Memalukan sekali.” Rani yang mendengarnya, melepas pelukan. Dan, menatap Ji Yin dengan picingan tajam. “Bilang saja kau iri!” Ji Yin mendecak heran. Sembari menggelengkan kepala. “Janji padaku,” kata Rani. Memandang Mina. D

