Rere mengembus napas panjang sebelum benar-benar masuk ke dalam rumah bernuansa biru itu. Entah kenapa ia yang biasanya cuek, berkali-kali menilai penampilannya sendiri semenjak tadi. Meyakinkan jika yang ia pakai kali ini sopan. Dan setidaknya dia tidak akan dibandingkan dengan Renata. Satu tangan Rere yang bebas memencet bel rumah dengan ragu. Sesekali membenarkan posisi ransel yang ia sandang di bahu. Melirik kembali kanvas lukisan oma Mahesa, lalu mengembus napasnya yang tiba-tiba saja terasa seperti tercekat. Gadis yang mengenakan dress putih selutut dengan jaket denim itu tersenyum saat seseorang membukakan pintu. Ada hembusan napas lega dari bibirnya karena bukan Mahesa yang muncul di sana. "Non Rere, ya?" tanya wanita setengah baya yang Rere tebak ART rumah ini. Gadis itu hanya

