52. Dua Ancaman

2219 Words

Sisca dengan kedua anak itu bergandengan tangan. Mereka telah saling menyetujui untuk berkata bohong pada Mela yang sedang terbaring sakit. Ya, mereka memang harus melakukan itu. Untuk menjaga kondisi Mela tetap stabil. Ketiganya berjalan beriringan. Dengan senyum di wajah mereka. Tok. Tok. Tok. “Kalian sudah datang?” suara Mela terdengar ceria dari balik pintu. “Bagaimana kau tahu, kalau itu kami?” tanya Sisca. Kening jual berkerut dan tatapan curiga dia arahkan pada temannya itu. “Tentu saja, siapa lagi yang akan mengunjungiku? Halo, Sayang, kau sudah makan?” Mela merentangkan tangannya. Menunggu Jimy berlari ke arahnya dengan pelukan hangat yang dia rindukan. Mereka berpelukan dalam beberapa saat. Tino pun begitu. Dia memeluk pinggang Ibunya yang berdiri tepat di sampingnya. G

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD