25 MPH

1283 Words

Sekarang Meisya sedang diperiksa oleh Dokter Veni, Veni juga dekat dengan suaminya. Meisya tidak mau repot-repot membeli alat tes kehamilan, ia lebih memilih langsung menghubungi seorang dokter. Karena ia takut jika menggunakan tespek hasilnya tidak akurat. "Selama ini tidak ada keluhan lain Sya, selain pusing dan muntah-muntah?" tanya Veni. Meisya menggelengkan kepalanya secara perlahan. "Selamat Sya, kamu bakal jadi seorang ibu. Dan kandung kamu udah memasuki minggu ke empat, yang berarti bentar lagi satu bulan," lanjut Veni senang. "Beneran Ven? " tanya Meisya tak percaya ia hampir mengeluarkan air matanya, pertanda jika ia sangat senang. "Masak aku bohong sih Sya. Bentar lagi aku punya ponakan baru deh, nggak sabar mau lihat debay," heboh Veni. "Ve-ven jangan kasih tahu Bara dulu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD