17 MPH

1015 Words

Bara berjalan dengan lesu menuju kamarnya, ia sekarang dilanda kekesalan dan juga rasa bersalah. Ia ingin sekali memukuli dirinya sendiri karena sudah kelepasan menampar wanitanya. Ia berjanji akan membuat tubuhnya merasakan hal yang lebih sakit dari pada sakit yang ia beri kepada istrinya. Sreeet Bara membuka pintu kamarnya secara perlahan. Gelap! Itulah yang dirasakan Bara setelah membuka pintu kamarnya. Pria itu berjalan mendekati kasurnya, ia tidak berniat menyalakan lampu, dia cukup tahu jika istrinya sedang menangis dan tak ingin dirinya melihatnya. Atau hal itu akan membuat dirinya semakin merasa bersalah. Bara ingin menyalakan ponselnya untuk memastikan tidak ada hal yang harus ia kerjakan, sungguh sekarang fisik dan batinnya sangat lelah. Pyaaaaar "s**t" umpat Bara setela

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD