Chapter 23

1759 Words

Aku sedang menikmati waktu istirahat saat seseorang duduk di sampingku. "Ai, minumnya?" Aku menyodorkan tangan ke samping, sambil tetap fokus pada makanan. Dari semalam, perutku baru bisa terisi siang ini. Sebuah botol mineral aku terima. Meminumnya terburu-buru. Perut lapar membuatku sulit bersabar. "Itu sisaku, Vi." Air di mulut tersembur sedikit setelah mendengar suara bariton tersebut. Menoleh ke samping. Alfan tersenyum tanpa merasa bersalah. Botol mineralnya aku kembali. Aku bergidik. "Percaya amat. Itu baru aku beli tadi. Minum aja." Aku enggan menerima lagi meski disodorkan air mineral. Dalam keadaan gugup, aku melanjutkan makan. "Ada yang salah, Via." Aku menahan sendok berisi nasi sebentar di depan bibir. "Nggak ada." Lalu meneruskan sendok ke dalam mulut. "Aku nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD