Mama mau Kenalan

1129 Words

Reiner menatap perempuan itu setelah membuang napas pelan. “Karena kalau bertemu dengan Shabila bisa setiap hari. Sementara dengan kamu, sebelum kita sah menjadi pasangan suami-istri, ketemunya jarang.” Yara manggut-manggut dengan pelan. “Begitu rupanya.” Reiner menganggukkan kepalanya kemudian membenamkan wajahnya di d**a Yara. Memeluk perempuan itu lalu menghela napasnya dengan panjang. “Kok kamu udah pulang? Bukannya masih ada dua hari lagi?” “Nggak tahan pengen digaruk.” Yara lantas memulul lengan Reiner. Lelaki itu terkekeh pelan. “Sudah selesai tugasnya. Sudah boleh kembali ke Jakarta. Detik itu juga aku langsung cari pesawat yang paling cepat.” “Pesawat jet?” “Iya.” Yara lantas mengerucutkan bibirnya. “Mandi dulu, Reiner. Jorok ih!” “Mandi bareng.” “Aku baru mandi tadi.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD