“Minta tolong.” “Minta tolong apa?” “Minta tolong ambilkan baju di koper. Di lemari kamu nggak ada baju aku.” “Iyalah nggak ada, Reiner. Nggak usah ngada-ngada.” Reiner terkekeh pelan. “Terima kasih, Sayang.” “Mama minta ketemu secara resmi sama kamu. Bawa Shabila juga katanya.” Reiner menaikan kedua alisnya. “Mau diminta nikahi kamu?” “Nggak usah geer!” “Kirain suruh nikahin kamu karena udah perkosa kamu. Dua kali, lagi.” Yara kemudian mengerucutkan bibirnya sembari masuk ke dalam kamarnya. Lalu duduk di tepi tempat tidur dan mengambil ponselnya. Namun, ia salah mengambil ponsel. Milik Reiner lah yang dia ambil. “Eh, salah.” Tak sengaja ia menggeser layar tersebut lalu menaikan kedua alisnya. Menoleh pada Reiner yang tengah sibuk mengenakan pakaiannya. “Reiner?” panggilnya ke

