Tristan menghela napas kasar kemudian menatap lekat wajah Yara. “Untuk apa? Supaya bisa menikah dengan Reiner? Begitu?! Kamu ini bodoh apa gimana sih, Ay? Jelas-jelas Jihan hanya nggak mau Shabila nggak punya ibu karena dia udah mati. Masih aja terpedaya dengan ucapan cewek penyakitan itu. “Mereka itu egois, Yara. Menginginkan kamu demi kebahagiaan Shabila dan Reiner. Tapi, tidak mau memikirkan perasaan kamu yang hanya dianggap sebagai pengganti! Nggak lebih dari itu. Sampai sini paham, Yara? “Selama ini, waktu yang kamu habiskan bersama dengan Reiner itu hanya sia-sia. Hanya merusak diri kamu sendiri, mental kamu karena nggak mau nurut sama aku. Oke, fine! Aku nggak akan kurung kamu lagi. “Aku minta maaf soal itu. Sampai buat kamu mengalami kondisi mental yang cukup buat aku sadar kala

