Acara makan malam pun berlangsung dengan lancar dan bahagia. Shabila kembali ceria karena kehadiran Yara di sana. Kejadian itu tidak bisa Yara lupakan bahkan kini sikapnya kepada Reiner berubah drastis. Tak seperti dulu lagi. “Mama nanti tidur di rumah aku aja, yaa. Aku nggak mau nanti Mama pergi lagi,” pinta Shabila kepada Yara agar tinggal di rumahnya saja. Yara kemudian mengusapi sisian wajah anak itu seraya mengulas senyumnya. “Mama tidak akan ke pergi lagi kok, Nak. Bukannya Mama tidak mau, tapi belum waktunya Mama tinggal di rumah kamu.” Yara menolak dengan halus untuk tinggal di rumah itu. Shabila lantas mengecurutkan bibirnya sedih. “Tapi, Mama janji jangan pergi lagi, yaa. Pokoknya Mama harus ke rumah aku setiap hari!” Yara menganggukkan kepalanya. “Besok pagi Mama jemput. An

