Biru mengerutkan keningnya. Kemudian mengangguk paham. “Ya. Aku paham. Karena memang kalian belum menikah. Yara masih sedikit posesif karena Friska yang lengket banget sama kamu.” Reiner menghela napas kasar. “Sidangnya diundur di minggu depan karena kondisi Yara. Dia masih belum yakin karena kami belum menikah. Seolah dia tidak punya hak untuk melarang aku ini dan itu. Dia insecure lebih dulu karena kondisinya. Malu, pada dirinya sendiri karena kondisinya.” Biru menepuk-nepuk pundak Reiner. “Yang penting dijaga aja. Kamu udah punya Shabila juga. Nggak butuh anak lagi, kan?” Reiner menggeleng dengan pelan. “Tidak. Cukup Shabila yang menjadi anakku saja. Bila memang keadaan Yara yang tidak bisa hamil dengan baik-baik saja.” “Pak Reiner! Kenapa Anda malah di sini? Satu jam saya menunggu

