Yara mengerutkan keningnya mendengar ucapan Reiner yang mendadak membahas masa lalunya. “Maksudnya? Kok tiba-tiba ngomong kayak gini?” Yara tampak bingung. Reiner kemudian memberikan diary milik Yara kepada si empunya. “Lho! Kok diary aku ada di kamu?” Yara terkejut sembari mengambil diary itu. “Tristan menemukan diary ini di rumah kalian. Dan dikasih ke Mama. Aku udah baca semuanya sampai akhir. Aku minta maaf, karena udah buat kamu nangis. Kita hanya terjebak karena sama-sama saling memendam. “Tapi, mereka berdua sudah kembali menyatukan kita kembali. Meski masih lama, harus menunggu beberapa bulan lagi untuk menikah. Sudah cukup sepuluh tahun itu kita saling memendam perasaan.” Yara menatap Reiner kemudian menghela napasnya dengan panjang. “Sekarang udah tahu dong?” Reiner mengul

