Biru kemudian mengambil berkas yang dipegang oleh Dokter Mia sembari menerbitkan senyumnya. “Laporan apa?” tanya Biru kepada Dokter Mia. “Jadwal masuk dokter divisi B. Minggu besok ada pergantian jadwal dan ada kedatangan dokter baru juga. Harusnya besok wawancara dengan Dokter Reiner dan juga Dokter Regina, sebagai kepala dokter kandungan.” Biru mengangguk-anggukkan kepalanya. “Ini kan, kerjaannya si Friska. Kenapa harus Reiner yang kerjain? Emang dasar pengen lihat Reiner mulu tiap hari, makanya nyari gara-gara. Paling besok entar dia ngadu tuh, ke bokapnya.” Biru menghela napas kasar kemudian menutup map tersebut dan menyimpannya di atas meja kerjanya. “By the way, kamu nggak mau terima kasih, ke saya?” Dokter Mia menaikan alisnya kemudian menganga. “Oh! Terima kasih, Dokter Biru

