Reiner terdiam sesaat. Hanya menatap Yara yang tengah menunggu jawaban darinya. Ia lalu mengambil satu sendok nasi dan menyuapi Yara lagi. “Kita bicarakan ini setelah kamu selesai makan, yaa.” Yara hanya diam. Hanya menatap wajah Reiner yang terlihat bingung apa yang harus dia jawab atas pertanyaan dari Yara tadi. “Nggak apa-apa kok, kalau nggak bisa jawab sekarang juga. Aku paham.” Yara kemudian mengulas senyumnya. Reiner terlihat tak enak hati. Merasa malu juga karena telah menjual anaknya untuk menjadikan Yara sebagai istrinya. “Udah kenyang, Reiner.” “Tapi, Yara. Kamu baru makan beberapa suap. Satu centong aja belum ada.” Yara menghela napas pelan. “Kalau dipaksakan yang ada keluar lagi, Reiner. Kamu aja yang habisin.” Reiner akhirnya mengalah. Ia menyimpan nampan berisi piring

