Lily Keguguran

976 Words

“Hadeuh, Yara! Ngapain sih, teriak-teriak di rumah orang? Nggak banget deh, lo!” Lily menghampiri Yara. Perempuan itu menatap Lily dari ujung kaki sampai ujung rambut. Tatapannya terhenti pada perut buncit Lily. Ia lalu tersenyum lirih seraya menelan salivanya. “Udah gede aja, hamilnya. Cepet banget. Gue yang udah delapan tahun aja nggak bisa kayak gitu,” ucapnya begitu miris. Miris dengan keadaan dirinya karena dibuang oleh Tristan sebab tidak bisa memberikan keturunan untuk lelaki itu. Lily lantas tersenyum miring sembari mengusapi perutnya. Dengan bangga memperlihatkan perut buncitnya itu. “Iyalah. Gue kan, normal. Emangnya elo!” cibirnya kemudian. “Di mana Tristan? Gue mau ngomong sama dia.” “Nggak ada. Ngapain sih, nyari orang yang udah nggak butuhin elo lagi?” “Gue juga nggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD