Semakin merasa bersalah lah Reiner kala mendengar ucapan dari Bi Isah tadi. Ia sudah mengira bila Yara melampiaskan kekesalannya pada dirinya karena wallpaper ponselnya. Rupanya itu hanya jebakan yang dibuat oleh Tristan. “Yara. Aku minta maaf.” Reiner berucap lirih seraya memejamkan matanya. Menyandarkan kepalanya di sandaran mobil. Lalu melajukan mobil tersebut menuju apartemen Yara. Bukan milik orang tuanya. Melainkan apartemen miliknya. Ia sangat yakin bila Yara ada di sana. Tiba di apartemen. Ia langsung menekan bel pintu tersebut. Yara yang tengah memesan makanan itu langsung membuka pintunya karena ia pikir yang datang adalah kurir pengantar makan. Namun, saat melihat Reiner yang berdiri di ambang pintu, Yara ingin menutup pintunya kembali. Namun, tubuh mungilnya itu kalah ole

