“Kan! Diam lagi aja, kan!” Reiner kemudian tersadar dari lamunannya lalu mengembuskan napas kasar. “Aku … aku baru tahu kalau aku sedang dipromosikan untuk naik jabatan. Karena seseorang yang akan dipromosikan lalu diberi tahu, mereka selalu meningkatkan kinerjanya hanya demi agar mendapatkan jabatan itu.” Yara manggut-manggut dengan pelan. “Jadi, the secret promotion, heum?” Reiner mengangguk. “Iya. Aku baru tahu setelah dinyatakan lulus promosi. Senin besok, sumpah jabatan dan serah terima akan dilaksanakan.” Yara menutup mulutnya sebab terkejut bukan main dengan penuturan dari lekaki itu. “Se—serius, Reiner?” Reiner mengangguk lagi sembari mengulas senyumnya. “Iya, Sayang. Senin besok, aku akan menjadi direktur utama di rumah sakit harapan.” Yara lantas memeluk lelaki itu dengan e

