“Mungkin memang beneran sibuk, atau perlahan melupakan karena udah capek. Bisa jadi dia takut ancaman Tristan gara-gara rem blong kemarin.” Yara mengusapi keningnya lalu memilih untuk keluar dari kamarnya. Menghampiri kedua orang tuanya yang menurutnya sudah kembali dari luar negeri. “Bi. Mama sama Papa belum bangun?” tanya Yara sembari melangkah masuk ke dalam dapur. “Sudah, Non. Itu, lagi ngobrol di ruang tengah dengan Tuan Reiner.” Yara lantas menoleh cepat kepada Bi Sarti lalu menoleh lagi ke ruang tengah. Mulutnya menganga sebab tidak tahu bila Reiner rupanya sudah ada di rumahnya sepagi ini. Ia lalu menghampiri ketiga orang itu. “Hi! Baru bangun?” tanya Reiner dengan suara lembutnya. “Kamu ngapain pagi-pagi ke sini? Kenapa nggak ada hubungi aku? Minimal chat lah. Aku pikir kam

